Senin, 20 Januari 2014

Say No to "Normal and Not Normal"

Hi teman teman yg tercinta. Apa khabar semuanya. Sebagai waria, sering sekali mendapatkan ejekan dan perkataan yang menyerang waria karena orientasi sexual dan identitas gendernya. Banyak lho masyarakat yang menganggap bahwa menjadi waria itu adalah penyimpangan orientasi sexual dan menular serta termasuk dalam kategori tidak "normal". Dan hal yg sangat disayangkan adalah teman teman waria kebanyakan menerima itu semua dan berpikir bahwa waria layak dan wajar mendapat stigma seperti itu.
Teman- teman  jika kamu menghargai keberagaman yuk dibaca yah artikel berikut ini. Artikel ini juga bisa menjadi panduan untuk teman teman waria ketika mendapat ejekan yang menyatakan bahwa menjadi waria itu penyakit dan menular.

Menurut WHO (badan kesehatan dunia lembaga PBB) telah mengeluarkan kategori homosexualitas sebagai penyakit/ gangguan kejiwaan dan homosexualitas merupakan bagian dari keberagaman orientasi sexual, Alasannya adalah, bahwa adalah normal bagi seorang homoseksual untuk merasa terganggu dengan orientasi seksualnya pada saat ia pertama kali menyadari bahwa ia seorang homoseksual, Oleh karena itu perasaan terganggu yang dirasakan seorang homoseksual bukanlah sebuah gangguan. Di Negara Indonesia sendiri, dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993) pada point F66 meyebutkan bahwa homoseksualitas bukan suatu gangguan jiwa ataupun penyakit. PPDGJ II-III oleh Departemen Kesehatan RI ditetapkan sebagai acuan profesi kesehatan jiwa dan akademisi di seluruh Indonesia.

Nah kamu sudah tahu kan teman teman informasinya. Jadi jangan menstigma waria lagi yah dan beranilah untuk memberikan penjelasan kepada mereka yang mengejek kamu bahwa kamu adalah “Normal”.
Kategori “normal” dan tidak “normal’ itu tidak di ukur dari orientasi sexual seseorang kan lovers. Yuk berpikir terbuka dan jangan pernah takut untuk mengakatan sebuah kebenaran. Good luck yah teman teman. mari kita menhgargai keberagaman. janganlah memandang seseorang dari identitas gender atau orientasi sexualnya tetapi hal hal positif yang ada pada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar