Rabu, 15 Januari 2014

Kekerasan berbasis gender

Bagi banyak remaja, entah remaja secara umum ataupun remaja waria, terkadang ketika kita ingin memulai untuk keluar rumah, kita tidak pernah berfikir mengenai kemungkinan terjadinya kekerasan. Betul ? coba deh dipikir kembali. Mungkin kita akan lebih banyak berpikir hal-hal yang asik kan ? pergi nonton setiap malam minggu, makan, Have fun. Pernahkah kita berfikir jika pelecehan dan kekerasan mungkin terjadi pada kita ? bagaimana dalam konteks remaja waria?

Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita mendapat tindakan kekerasan bahkan walaupun kita sadar dan mengetahuinya kita seolah acuh dan membiarkan hal itu karena berpikiran bahwa waria pantas mendapatkan semua itu. Kekerasan itu bisa saja terjadi dilakukan oleh masyarakat sekitar, teman sebaya kita, senior kita bahkan pasangan ataupun pelanggan kita, bahkan kekerasan itu juga bisa dilakukan oleh kita sendiri. Perlu diketahui bahwa kita mempunyai hak atas diri kita untuk tidak mendapatkan tindakan kekerasan.

Apa sih bentuk-bentuk kekerasan kalau begitu ? Baik. coba kita identifikasi beberapa bentuk kekerasan ya :
1.Kekerasan/Pelecehan verbal, seperti memanggil kamu julukan yang kamu tidak nyaman, mengancam.contoh: ketika kita keluar rumah kita sering dipanggil dengan julukan  ataupun kata kata yang membuat kita tidak nyaman.contoh: memanggil waria dengan sebutan setan,hantu, dll.
2.Pelecehan secara emosional dimana kamu dimanipulasi, Mengendalikan perilakukamu, mendikte setiap tindakan dan hal yang kamu lakukan., membatasi ruanggerak kamu, lingkup sosial dan komunikasi kamu.contoh dilarang pasangan kamuuntuk tidak melakukan beberapa hal kesukaan kamu dll.
4.Hubungan Seks non-konsensual atau secara paksa atau disaat kamu tidak nyaman untuk melakukannya contoh : pasangan atau pelanggan kamu memaksa berhubungan sex tanpa kondom padahal kamu tidak nyaman dan takut beresiko.
5.Kekerasan fisik ataupun mengancam dengan fisik.contoh:menampar,menendang dl.

Jadi apa yang harus dilakukan
Kekerasan yang dialami oleh  waria memang lebih rumit untuk dapat diidentifikasi , apalagi jika kita memang tidak tau betul apa hak-hak kita sebagai seorang individu waria. stereotype masyarakat, sikap heteronormatif yang kadang juga ada dalam diri individu kita membuat semuanya semakin rumit. Berikut adalah beberapa cara yang kamu dapat lakukan untuk dapat mencegah ataupun menghentikan kekerasan dalam berpacaran :
1.Berdayakan dirimu dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Hak kamu terkait dengan Seksualitas yang kamu miliki.
2.Selalu terhubung dengan komunitas dukungan yang tentunya juga memahami betul kita sebagai seorang remaja waria.
3. Cari tau mengenai tempat dimana kamu bisa mendapat bantuan hukum maupun psikososial ketika kamu mendapat kekerasan, seperti Lembaga Bantuan Hukum dan Crisis Center LGBT .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar