Senin, 27 Januari 2014

Mengenal Transmisogyny .



Kata Transmisogyny ini menggambarkan begitu banyak dari apa yang kita lihat dalam pengobatan budaya dan sistemik transgender perempuan . Hal ini berkaitan dengan feminisme , namun banyak orang yang belum memahami mengenai Transmisogyny .
Kamu mungkin pernah mendengar tentang transphobia : diskriminasi dan sikap negatif terhadap transgender berdasarkan ekspresi gender dan identitas gender mereka .Dan kamupun mungkin sudah mendengar tentang kebencian terhadap wanita : kebencian dan fitnah wanita dan karakteristik yang dianggap feminin .
Transmisogyny adalah kebencian yang berlebihan tanpa alasan  terhadap semua hal yang berkaitan dengan feminin.  Transmisogyny didasarkan pada asumsi bahwa feminitas lebih rendah daripada maskulinitas . Hal ini timbul karena budaya partriarkiyang sangat melekat dalam masyarakat.  Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam kehidupan sosial.

Transmisogyny menargetkan transgender dan perempuan transeksual - laki-laki - ke - perempuan ( MTF ) orang-orang yang terlahir jenis kelamin laki-laki pada saat lahir , tetapi telah dialihkan untuk mengidentifikasi sebagai perempuan . Kelompok transgender perempuan ( waria ) dianggap sangat rendah karena mengalami penurunan kelas, dimana jenis kelaminya saat dilahirkan yang seharusnya menduduki peringkat teratas tetapi karena mengidentifikasi diri sebagai perempuan akhirnya berada pada posisi terendah dalam kelas sosial. Hal ini sangat terlihat dalam kehidupan sehari hari dimana ketika seorang anak laki-laki yang feminine maka akan diejek dan dicemoohkan tetapi ketika seorang anak perempuan memiliki sifat maskulin maka dianggap hebat dan diagung agungkan.
Banyak sekali individu yang mengalami tindakan kekerasan bahkan pelecehan sexual akibat kefemininitasnya. Jika gerakan kita berusaha untuk memberantas transphobia/homofobia kita harus menempatkan transmisogyny sebagai isu yang harus diperjuangkan karena sangat erat kaitanya.


Minggu, 26 Januari 2014

Efektif gak sich kondom


Penularan HIV secara melalui hubungan seksual terjadi ketika air mani yang terinfeksi, cairan vagina, atau cairantubuh beresiko tinggi lain menyentuh permukaan mukosa, seperti uretra pria,vagina, leher rahim (Menurut Centers for Disease Control & Prevention(CDC)). Penggunaan kondom secara konsisten sangat efektif dalam mencegahpenularan HIV.

    Dalam sebuah penelitian mengenai pasangan sero-diskordan (di mana salah satu pasangan adalahHIV-positif dan yang lain HIV-negatif), tidak ada pasangan negatif yang terinfeksi jika menggunakan kondom dengan benar dan konsisten pada setiap hubungan seksual anal maupun vaginal. Dalam sebuah studi di dua tahun yang sama, dua persen dari pasangan yang tidak terinfeksi yang menggunakan kondom secara konsisten menjadi terinfeksi HIV karena mereka yang menggunakan kondom secara tidak konsisten.

    Gonore, klamidia,dan trikomoniasis yang ditularkan ketika air mani atau cairan vagina yangterinfeksi mengalami kontak permukaan mukosa. Karena kondom memblokir keluarnyaair mani atau melindungi uretra laki-laki terhadap paparan cairan vagina,kondom memberikan tingkat perlindungan yang lebih besar terhadap IMS ini. IMSseperti herpes genital, sifilis yang bisa berada pada kulit yang tidak tertutup kondom, dapat tertularkan melalui kontak permukaan mukosa atau kulit yang tidak terlindungi. sehingga tingkat perlindungan dalam situasi ini lebih rendah.Kondom-lateks laki-laki atau perempuan adalah satu-satunya teknologi yang tersedia untuk mencegah penularan HIV secara seksual. Jadi kondom itu sangat efektif lho. Banyak mungkin alasan-alasan yang dipakai seseorang untuk tidak menggunakan kondom pada saat berhubungan seksual. Ada yang bilang, "Ah, nanti mood gue ilang nih!" atau "Gak nikmat dong". Ouppps, kalau kamu salah satu dari yang sering beralasan demikian,  berarti  kamu salah Karena sebuah Study  yang dipublish oleh Journalof Sexual Medicine menunjukan bahwa Berapapun umur nya, Hubungan seks tetap dapat dinikmati ketika tidak menggunakan kondom

    Jadi kalau pasangan kamu'mempengaruhi' kamu untuk tidak menggunakan kondom karena alasannya tidak nikmat, mungkin saja itu hanya 'sebuah alasan'. Beri tahu dia kalau hal itu tidak benar. Kondom itu alat kontrasepsi yang paling efektif yang bukan hanya dapat mencegah kehamilan lho, tapi berperan ganda untuk mencegah penularan Infeksi menular Seksual, termasuk HIV. Jadi kalau kondom sebenarnya tidak mengurangi kenikmatan, dan kegunaannya sangat efektif, kenapa kamu harus berhenti menggunakannya? Yuk berikan pemahaman kepada pasanganmu untuk konsisten dalam menggunakan kondom dan jangan lupa yah selalu rutin untuk cek IMS dan HIV.


Senin, 20 Januari 2014

Say No to "Normal and Not Normal"

Hi teman teman yg tercinta. Apa khabar semuanya. Sebagai waria, sering sekali mendapatkan ejekan dan perkataan yang menyerang waria karena orientasi sexual dan identitas gendernya. Banyak lho masyarakat yang menganggap bahwa menjadi waria itu adalah penyimpangan orientasi sexual dan menular serta termasuk dalam kategori tidak "normal". Dan hal yg sangat disayangkan adalah teman teman waria kebanyakan menerima itu semua dan berpikir bahwa waria layak dan wajar mendapat stigma seperti itu.
Teman- teman  jika kamu menghargai keberagaman yuk dibaca yah artikel berikut ini. Artikel ini juga bisa menjadi panduan untuk teman teman waria ketika mendapat ejekan yang menyatakan bahwa menjadi waria itu penyakit dan menular.

Menurut WHO (badan kesehatan dunia lembaga PBB) telah mengeluarkan kategori homosexualitas sebagai penyakit/ gangguan kejiwaan dan homosexualitas merupakan bagian dari keberagaman orientasi sexual, Alasannya adalah, bahwa adalah normal bagi seorang homoseksual untuk merasa terganggu dengan orientasi seksualnya pada saat ia pertama kali menyadari bahwa ia seorang homoseksual, Oleh karena itu perasaan terganggu yang dirasakan seorang homoseksual bukanlah sebuah gangguan. Di Negara Indonesia sendiri, dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993) pada point F66 meyebutkan bahwa homoseksualitas bukan suatu gangguan jiwa ataupun penyakit. PPDGJ II-III oleh Departemen Kesehatan RI ditetapkan sebagai acuan profesi kesehatan jiwa dan akademisi di seluruh Indonesia.

Nah kamu sudah tahu kan teman teman informasinya. Jadi jangan menstigma waria lagi yah dan beranilah untuk memberikan penjelasan kepada mereka yang mengejek kamu bahwa kamu adalah “Normal”.
Kategori “normal” dan tidak “normal’ itu tidak di ukur dari orientasi sexual seseorang kan lovers. Yuk berpikir terbuka dan jangan pernah takut untuk mengakatan sebuah kebenaran. Good luck yah teman teman. mari kita menhgargai keberagaman. janganlah memandang seseorang dari identitas gender atau orientasi sexualnya tetapi hal hal positif yang ada pada mereka.

Rabu, 15 Januari 2014

Hari transgender sedunia

Hari transgender (waria+priawan) sedunia diperingati setiap tanggal 20 November untuk mengenang kematian Rita Hester. Dia adalah aktivis transgender dari San Francisco yang dibunuh orang tak dikenal pada 28 November 1998. Kematian Rita bukanlah kasus pembunuhan pertama terhadap transgender yang dilakukan kelompok non-transeksual. Setiap bulan setidaknya ada satu orang transgender terbunuh dengan alasan kebencian atau prasangka. Kematian Rita dan semua kasus pembunuhan terhadap waria tidak pernah terungkap. Hal serupa terjadi di Indonesia. Pada 2002, tiga waria yang bekerja sebagai pekerja sex di Tanjung Duren, Jakarta Barat, meninggal ditembus timah panas. Dari hasil otopsi peluru yang bersarang di tubuh ketiganya adalah milik polisi. Sampai saat ini tidak ada tindakan apa pun dari aparat. Selain itu, pada Oktober 2005, Vera alias Zainuddin juga terbunuh di Purwokerto, Jawa Tengah. Vera tengah menunggu pelanggan di sepanjang Jalan S. Parman, kemudian ada seorang pria datang dengan mengendarai mobil dan mengajak Vera ke sebuah perkebunan di jalan itu. Di situ Vera ditusuk dan dianiaya sampai meninggal dunia. Sama dengan kasus pembunuhan tiga waria tadi, sampai hari ini polisi belum menentukan tersangkanya. Padahal sudah diajukan sejumlah saksi dan kronologi kepada polisi. Para aktivis dari lembaga-lembaga yang memberikan advokasi terhadap waria sengaja memperingati hari transgender atau transeksual untuk menumbuhkan kesadaran publik bahwa membenci kaum transgender masuk kategori kriminal. Bagaimanapun, waria yang kerap terabaikan itu patut dijamin hak-haknya seperti pria dan wanita umumnya. Di indonesia sendiri sudah mulai ada beberapa kegiatan dalam memperingati hari transgender sedunia, seperti yang dilakukan oleh komunitas waria muda di jakarta yang melakukan kegiatan pembacaan surat kepada presiden republik indonesia dalam acara kamisan di depan istana merdeka. kegiatan ini dilaksanakan karena banyak sekali waria di indonesia yang masih diperlakukan diskriminatif dan negara sendiri belum bisa mengakomodir kebutuhan waria dalam pemenuhan hak nya sebagai warga negara indonesia

Menguak fakta tanpa menyalahkan Budaya

Hi guys pernahkah kamu mendapatkan stigma bahwa menjadi LGBTI adalah budaya barat? ternyata banyak lho masyarakat yang mempunyai pemikiran sempit(kuno)seperti ini dan juga kerap menyalahkan LGBTI karena dianggap mengadopsi budaya barat. Yuk kita cari tahu apakah benar stigma yang terjadi pada LGBTI. pernahkah kamu mendengar  kisah pewayangan jawa, srikandi?? Diceritakan bahwa srikandi adalah seorang perempuan, namun karena sabda dewata, ia terlahir sebagai laki-laki. Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung balatentara Korawa. Dengan panah Hrusangkali, Srikandi dapat menewaskan Bisma. Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna yang kemudian menjadi suaminya. arjuna pun tahu bahwa srikandi adalah titisan atau reinkarnasi dari Amba, jadi arjuna tetap jatuh cinta karen srikandi sebenar adalah perempuan walaupun terlahir memiliki penis. jika dikaitkan dengan kehidupan sekarang sosok arjuna bisa disamakan dengan pasangan atau pelanggan waria yang mencintai waria karena sisi perempuan yang ada pada waria tanpa memandang kelamin waria.  selain kisah srikandi tahukah kamu kisah Bissu? Bissu merupakan jejak budaya Bugis pra Islam yang masih tersisa hingga kini.  Fungsi Bissu pada zaman kerajaan adalah sebagai pendeta agama bugis kuno pra-Islam. Kata “Bissu” itu sendiri berasal dari “bessi”, yang berarti bersih.  Waria yang menjadi bissu dianggap suci atau tidak kotor. Disebut demikian karena Bissu tidak berpayudara dan tidak mengalami menstruasi. Selain waria, ada pula “Bissu Perempuan”, yaitu mereka yang menjadi bissu setelah mengalami masa menopause. Panggilan spiritual menjadi bissu yang kemudian mengangkat status sosial dan derajat mereka, paling tidak dalam konteks kekinian mereka “bukan sembarang waria, tetapi waria sakti”. Selain itu pernahkah kamu tahu mengenai kisah warok dan gemblak dalam tradisi reog ponorogo? Dalam kaitannya dengan kebudayaan reog yang berasal dari Ponorogo, selalu terkait dengan keberadaan warok di dalamnya. Bicara soal warok, maka tak terlepas pula dari praktek pergemblakan yang dijalani para warok. Gemblak adalah seorang bocah laki-laki  yang dijadikan “anak asuh” oleh seorang warok karena umumnya para warok tersebut tidak menikah. Untuk mendapatkan seorang gemblak, biasanya ada seorang Mak Comblang mblusuk ke pedesaan untuk mencari seorang anak lelaki yang tampan. Setelah ditemukan, maka anak tersebut akan dilamar kepada orang tuanya, lalu orang tua si anak akan menerima sejumlah uang, ternak, atau yang lainnya sebagai ikatan pergemblakan. Biasanya mereka pun akan menerima bantuan hidup dari sang warok setiap bulannya hingga perjanjian pergemblakan itu berakhir. Meski banyak para orang tua yang dengan suka cita anak mereka dijadikan gemblak, namun banyak pula dari mereka yang terpaksa menjalaninya karena himpitan ekonomi yang semakin kuat menjepit. seiring dengan berkembangnya ajaran agama mayoritas di indonesia (Islam,katolik dan kristen protestan),semakin mendeskriditkan warisan budaya bangsa indonesia seperti legenda srikandi bissu dan warrok/gemblak karena dibentrokkan dengan nilai-nilai ajaran agama tersebut sehingga kisah atau legenda ini tidak dihargai dan akan punah.Dari tiga kisah di atas cukup mewakili bahwa LGBTI bukan adopsi budaya barat tetapi sudah ada sejak dahulu kala dan diakui serta dihargai oleh masyarakat. nah sekarang kamu sudah tahu kan bahwa menjadi LGBTI itu bukan adopsi budaya barat. jadi kalau kamu masih menganggap LGBTI adalah budaya barat berarti kamu salah dan tergolong dalam orang-orang yang berpikiran sempit(kuno) SO be aware, be respect,be smart yah dalam menyikapi sebuah permasalahan atau pandangan yang salah


Mari Mengenal Waria

Siapakah Waria? Dari hasil Pertemuan Nasional Waria di Jakarta 2012 yang dihadiri oleh perwakilan Komunitas Waria dan Organisasi Waria di Indonesia ,telah diputuskan bahwa Waria adalah Seseorang  yang secara biologis terlahir sebagai laki-laki, tetapi memiliki perasaan, pikiran dan/atau perbuatan dan/atau tingkah laku dan/atau penampilan dan/atau berperan jender sebagai perempuan.

Dari definisi diatas, jelas sekali bahwa menjadi seorang waria bukan dilihat dari penampilannya, tetapi juga bisa dilihat dari perasaan dan peran jender yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari definisi yang telah disepakati bersama dalam PerNas Waria, sangat mengakomodir waria yang memiliki perasaan dan berperan jender perempuan tetapi masih berpenampilan seperti "laki-laki" (rambut pendek, tanpa make up, tidak memiliki payudara yang besar dll.).

Banyak sekali sebutan untuk waria di daerah di seluruh Indonesia, contohnya seperti Calabai, Wadam, Binan, Bes dan lain-lain. Namun ada dua buah istilah yang sangat sensitif untuk dijadikan sapaan bagi waria, yaitu “Banci” dan “Bencong” karena menurut komunitas waria sebutan itu sangat bermakna negatif. Dimana kata Banci atau Bencong sering digunakan untuk seseorang yang pengecut atau penakut.Nah untuk itu jika kamu ingin memanggil waria panggil saja Mba atau kakak. Waria akan menghargai kamu jika kamu menghargai diri mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, waria cenderung hidup dalam satu komunitas(walaupun ada beberapa yang tinggal sendiri atau hidup bersama keluarganya).

Waria yang hidup dalam suatu komunitas rata-rata dikerenakan mencari figur orang tua (emak-emakan/ mami-mamian) sebagai pelindung atau pembimbingnya, hal ini disebabkan banyak sekali waria yang mendapat tindakan kekerasan baik verbal dan non-verbal dari keluarga, masyarakat atau di lingkungan sekolah.

Banyak waria yang berlatar belakang pendidikan rendah dikarenakan saat ingin mengakses pendidikan formal mereka selalu dihantui oleh stigma dan tindakan kekerasan lainya dari murid disekolah bahkan gurunya, banyak juga waria yang akhirnya putus sekolah karena tidak tahan dengan berbagai tekanan dari lingkungan sekolah sehingga dengan berlatar belakang pendidikan rendah atau sumber daya manusia yang terbatas membuat kebanyakan waria berprofesi sebagai pekerja seks, pengamen jalanan atau paling banter jadi pekerja salon. Dengan demikian posisi waria sangat rentan terhadap penularan IMS, HIV/AIDS serta mendapat tindakan kekerasan

Konsep Diri dan Body Image Remaja WARIA dengan Terapi Hormon ....

Waria selalu identik dengan kecantikan. Selalu ada saja cara instant yang dilakukan olehwaria agar terlihat cantik dan feminim. Penggunaan hormon menjadi alternatifyang sering di lakukan oleh waria karena berdasarkan pengalaman seniornya yang terlihat cantik setelah melakukan suntik  hormon. Dikarenakan oleh biaya dan kurangnya informasi dari dokter yang berpengalaman, banyak  waria yang menjadi dokter untuk diri sendiridan hanya mengikuti nasehat dari senior atau emak-emakan. Sebagian dari wariameng konsumsi pil KB seperti makan permen. Dengan anggapan bahwa jika mengkonsumsi dalam jumlah banyak maka akan lebih capat terlihat feminim dancantik. Penyuntikan hormon yang  dilakukan dari teman ke teman secara tidak aman dapat memperbesar resiko penularan HIV dan AIDS.
Jenis hormon yang sering dikonsumsi oleh remaja waria adalah:
-         Anti androgen : menghalangi hormon priayang diproduksi oleh tubuh, bahkan jika testis sudah diangkat sekalipun, antiandrogen akan mengurangi tumbuhnya rambut – rambut di bagian wajah dan tubuh.
-         Estrogen : membantu menumbuhkan payudara dan putting menjadi lebih besar
Efek akibat penggunaan hormon yang berlebihan dan tidak sesuai resep dokter:
·        Merusak liver
·        Mood menjadi lebih sensitif
·        Sakit kepala
·        Kegemukan
·        Penuaan dini
·        Kerapuhan tulang
·        Kejenuhan
·        Kebingungan
·        Jerawat dan flek hitam pada kulit
·        Tekanan darah tinggi dan bisamengakibatkan kematian
Perlu diketahui oleh waria remaja bahwa:
-         Efekyang terlihat dari pengkonsumsian hormon membutuhkan waktu lebih dari setahun  dan hormon tidak mengubah struktur tulang, bentuk muka, pinggul,tinggi badan atau ukuran kaki dan tangan
-         Mengkonsumsi hormon dalam bentuk pil lebih aman dari pada suntikan .menyutikan hormon tidak bereaksi lebih cepat dari pil, jadi penyuntikan hormon harus menjadi pilihanterakhir
-         Dosis hormon yang normal adalah:
·        Antiandrogen(spironolactone) 25- 50 Mg dengan dosis dua kali sehari
·        Estrogen(premarine) 1,25 mg- 2,5 Mg dengan dosis sehari sekali

Kekerasan berbasis gender

Bagi banyak remaja, entah remaja secara umum ataupun remaja waria, terkadang ketika kita ingin memulai untuk keluar rumah, kita tidak pernah berfikir mengenai kemungkinan terjadinya kekerasan. Betul ? coba deh dipikir kembali. Mungkin kita akan lebih banyak berpikir hal-hal yang asik kan ? pergi nonton setiap malam minggu, makan, Have fun. Pernahkah kita berfikir jika pelecehan dan kekerasan mungkin terjadi pada kita ? bagaimana dalam konteks remaja waria?

Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita mendapat tindakan kekerasan bahkan walaupun kita sadar dan mengetahuinya kita seolah acuh dan membiarkan hal itu karena berpikiran bahwa waria pantas mendapatkan semua itu. Kekerasan itu bisa saja terjadi dilakukan oleh masyarakat sekitar, teman sebaya kita, senior kita bahkan pasangan ataupun pelanggan kita, bahkan kekerasan itu juga bisa dilakukan oleh kita sendiri. Perlu diketahui bahwa kita mempunyai hak atas diri kita untuk tidak mendapatkan tindakan kekerasan.

Apa sih bentuk-bentuk kekerasan kalau begitu ? Baik. coba kita identifikasi beberapa bentuk kekerasan ya :
1.Kekerasan/Pelecehan verbal, seperti memanggil kamu julukan yang kamu tidak nyaman, mengancam.contoh: ketika kita keluar rumah kita sering dipanggil dengan julukan  ataupun kata kata yang membuat kita tidak nyaman.contoh: memanggil waria dengan sebutan setan,hantu, dll.
2.Pelecehan secara emosional dimana kamu dimanipulasi, Mengendalikan perilakukamu, mendikte setiap tindakan dan hal yang kamu lakukan., membatasi ruanggerak kamu, lingkup sosial dan komunikasi kamu.contoh dilarang pasangan kamuuntuk tidak melakukan beberapa hal kesukaan kamu dll.
4.Hubungan Seks non-konsensual atau secara paksa atau disaat kamu tidak nyaman untuk melakukannya contoh : pasangan atau pelanggan kamu memaksa berhubungan sex tanpa kondom padahal kamu tidak nyaman dan takut beresiko.
5.Kekerasan fisik ataupun mengancam dengan fisik.contoh:menampar,menendang dl.

Jadi apa yang harus dilakukan
Kekerasan yang dialami oleh  waria memang lebih rumit untuk dapat diidentifikasi , apalagi jika kita memang tidak tau betul apa hak-hak kita sebagai seorang individu waria. stereotype masyarakat, sikap heteronormatif yang kadang juga ada dalam diri individu kita membuat semuanya semakin rumit. Berikut adalah beberapa cara yang kamu dapat lakukan untuk dapat mencegah ataupun menghentikan kekerasan dalam berpacaran :
1.Berdayakan dirimu dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Hak kamu terkait dengan Seksualitas yang kamu miliki.
2.Selalu terhubung dengan komunitas dukungan yang tentunya juga memahami betul kita sebagai seorang remaja waria.
3. Cari tau mengenai tempat dimana kamu bisa mendapat bantuan hukum maupun psikososial ketika kamu mendapat kekerasan, seperti Lembaga Bantuan Hukum dan Crisis Center LGBT .

Transchool ????????????

Kegiatan Transchool adalah salah satu program kerja swara yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada waria remaja terkait isu kesehatan , pendidikan dan juga Hak  asasi manusia. Transchool merupakan media yang tepat dalam pemberian informasi kepada waria remaja, karena untuk menarik minat belajar waria kegiatan transchool di jadikan satu paket dengan pemilihan Miss waria remaja, mengingat kebutuhan waria remaja yang sangat tertarik dengan hal- hal yang berkaitan dengan kecantikan. SWARA adalah organisasi berbasis komunitas untuk komunitas waria remaja di Jakarta.

Dalam kegiatan Transchool akan ada sepuluh kali pertemuan untuk pemberian materi dan dua kali kunjungan lapangan . Materi yang diberikan dalam kegiatan Transchool sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan waria remaja meliputi gender dan sexualitas, diskriminasi berbasis gender , media , Hak asasi manusia , Ims , HIV dan AIDS. Setelah itu akan ada proses karantina selama 3 hari untuk mereview materi yang sudah diberikan kepada peserta dan hasilnya akan di jadikan sebagai penilaian dalam pemilihan Miss Waria Remaja. Selama proses karantina akan ada kegiatan malam talent show yang bertujuan untuk menilai bakat peserta dalam pemilihan miss talenta/ berbakat.

Selain itu akan ada photo sesion yang bertujuan untuk memilih Miss photogenic dan Miss favorit dimana hasil foto akan di upload ke facebook SWARA dan akan dilakukan proses footing untuk meraih suara terbanyak  sebagai miss photogenic dan miss favorit. Sementara untuk Miss persahabatan dipilih oleh peserta sendiri yang menurut mereka paling bersahabat dan memberikan kehangatan untuk teman – teman semua. Miss transchool  merupakan salah satu Miss atribut yang di berikan kepada peserta yang paling aktif dan memiliki kemauan untuk belajar selama proses kegiatan transchool.

Setelah kegiatan karantina akan ada malam inagurasi yang merupakan puncak dari pemilihan Miss waria remaja. Sebelum menentukan the winner miss waria remaja akan ada proses seleksi 10 besar  dari semua peserta transchool,  yang hasilnya diambil dari interview materi yang sudah diberikan selama kegiatan transchool oleh panitia. Setelah masuk 10 besar akan diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sudah diberikan secara langsung dan akan dijadikan  sebagai proses penyaringan menuju ke 3 besar . Setelah diperoleh 3 besar, ketiga peserta ini akan diberikan pertanyaan seputar kesimpulan dari semua materi yang diberikan selama transchool dan yang menjadi The Winner Miss waria remaja akan ditentukan oleh dewan juri yang berembuk untuk memutuskan siapakah yang akan meraih gelar Miss waria remaja yang akan di jadikan sebagai roll model bagi waria remaja dan juga akan dilibatkan  dalam setiap kegiatan SWARA dan jejaringnya.