Rabu, 30 April 2014

Waria 'Perempuan sosial dalam perpektif KOMNAS Perempuan"

 
Berbicara tentang waria banyak sekali kontoversi dan stigma negatif yang dilabelkan terhadap waria. karena identitas gendernya banyak sekali penolakan dari masyarakat atas keberadaan waria. Karena tafsir ajaran agama yang keliru menimbulkan persepsi bahwa menjadi waria adalah 'Dosa' dan menyimpang, hal ini berdampak pada kehidupan waria yang selalu terdiskriminasi. Namun perlu diketahui bahwa waria adalah manusia dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Dalam konteks hak asasi manusia setiap orang memiliki HAM tanpa terkecuali termasuk waria. Waria mengidentifikasikan dirinya sebagai perempuan dalam kehidupan sehari harinya. Banyak sekali potensi dan kegiatan kegiatan yang bermanfaat yang dilakukan oleh komunitas waria dalam kehidupanya namun jarang mendapat perhatian dari masyarakat bahkan negara karena dianggap tidak penting dan bukanlah hal yang penting untuk diperhatikan. Banyak sekali waria yang sering mendapat tindakan kekerasan dari keluarga, masyarakan bahkan negara. tindakan kekerasan yang dialami oleh waria mendapat perhatian dari KOMNAS Perempuan. Saat ini defenisi perempuan menurut KOMNAS perempuan adalah perempuan  biologis dan perempuan sosial. Perempuan sosial adalah waria karena dalam kehidupan sehari hari waria berperan gender perempuan. Sungguh hal yang sangat luar biasa dan patut ditiru oleh lembaga negara lainya karena negara indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia


Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan adalah lembaga negara yang independen untuk penegakan hak asasi manusia perempuan Indonesia. Komnas Perempuan dibentuk melalui Keputusan Presiden No. 181 Tahun 1998, pada tanggal 9 Oktober 1998, yang diperkuat dengan Peraturan Presiden No. 65 Tahun 2005.
Komnas Perempuan lahir dari tuntutan masyarakat sipil, terutama kaum perempuan, kepada pemerintah untuk mewujudkan tanggung jawab negara dalam menanggapi dan menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan
Saat ini setiap tindakan kekerasan yang dialami oleh waria selalu didokumentasikan dan menjadi catatan tahunan KOMNAS Perempuan bahkan KOMNAS Perempuan akan selalu mendampingi dan mengadvokasi segala bentuk kekerasan yang dialami oleh waria.
Nah... Mulai sekarang jika teman -teman waria mendapatkan tindakan kekerasan dari keluarga, masyarak dan negara, beranilah untuk melaporkan tindakan kekerasan yang kamu alami dengan mendatangi kantor KOMNAS Perempuan  di Jln. latuharihary 4B menteng Jakarta Pusat 10310. No tlp 021 3903963 atau kunjungi website www.komnasperempuan.or.id
Good luck yah teman teman

Kamis, 10 April 2014

World Professional Assosiation on Transgender Health (WPATH)



Sebagai sebuah organisasi profesional internasional interdisipliner, Asosiasi Profesional Dunia untuk Kesehatan Transgender ( WPATH ) bekerja untuk lebih memahami dan pengobatan gangguan identitas gender oleh para profesional di bidang kedokteran , psikologi , hukum , pekerjaan sosial , konseling , psikoterapi , studi keluarga , sosiologi , antropologi , seksologi , terapi bicara dan suara , dan bidang terkait lainnya. WPATH memberikan kesempatan bagi para profesional dari berbagai sub - spesialisasi untuk berkomunikasi satu sama lain dalam konteks penelitian termasuk mensponsori simposium ilmiah dua tahunan. WPATH menerbitkan Standar Perawatan dan Pedoman Etika, yang mengartikulasikan konsensus profesional tentang pengelolaan psikiatris , psikologis , medis, dan bedah dan bantuan profesional memahami parameter bagi transgender dan  menawarkan bantuan kepada transgender

WPATH bertujuan untuk mempertemukan para profesional yang beragam didedikasikan untuk mengembangkan praktik terbaik dan kebijakan yang mendukung seluruh dunia yang mempromosikan kesehatan,penelitian,pendidikan ,saling menghargai martabat dan kesetaraan bagi transgender , transeksual , dan varian gender lainya dalam semua pengaturan budaya.
Dalam symposium WPATH 2014, banyak delegasi dari professional kesehatan dan aktifis yang menghadiri kegiatan ini. Banyak sekali informasi dan hal – hal baru yang dipelajari selama mengikuti sesi dalam 5 hari di symposium ini. Mulai dari informasi mengenai standar pemberian cross-sex hormonal therapy,dosis,efek,jangka waktu/periode pemberian terapi hormone untuk transman dan transwoman, serta informasi mengenai metode dan teknik dalam operasi penggantian kelamin,operasi pita suara, dan operasi wajah untuk transwoman dan transman. Dari semua informasi yang diperoleh, informasi yang sangat penting untuk diimplementasikan dan di share kepada komunitas transgender adalah standar perawatan cross-sex hormonal therapy karena melihat situasi komunitas transgender di Indonesia yang sangat sulit untuk mendapatkan informasi komprehensif tentang therapy hormone karena sulitnya menemukan referensi tenaga kesehatan yg dapat memberikan informasi dan memberikan perawatan therapy hormone dan kalaupun ada harganya sangat mahal dan tidak terjangkau. Kondisi seperti ini akhirnya membuat transgender di Indonesia khususnya transwoman (waria) membeli pil kb/ hormone yg ada di apotik dan pasar gelap, tanpa mengetahui jenis hormone,dosis,jangka waktu / periode mengkonsumsi hormone. Mereka hanya mengetahui informasi dari teman sebaya atau senior bahwa dengan mengkonsumsi pil kb/ hormone akan membuat dirinya menjadi lebih feminine.beberapa contah pil atau injeksi yang sering digunakan waria adalah : Androcore, Diane ,Proluton dan progynon, phinokinon, andalan dll. Informasi mengenai operasi penggantian kelamin,operasi payudara,operasi pita suara dan operasi wajah untuk saat ini tidak terlalu dibutuhkan karena biayanya sangat mahal dan rata-rata kondisi financial waria di Indonesiaadalah menengah kebawah,  namun semua informasi ini akan tetap akan di share,disesuaikan dengan kebutuhan komunitas. Selain itu diikuti dengan sesi mengetahui budaya, legalitas dan lingkungan sosial di Tonga and the Pacific, Jepang, Thailand, Philiphine, China, India dan Nepal. Dari semua hasil presentasi dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi stigma dan diskriminasi serta prevelensi HIV pada komunitas transgender di negara asia pasifik memiliki kesamaan namun dalam akses layanan kesehatan dan public service di Thailand lebih mengakomodir kebutuhan komunitas transgender. Selain itu ada sesi mengenai manfaat physical therapy untuk kesehatan transgender. Dimana peran fisoterapi cukup penting dalam memberikan perawatan pre dan post operasi penggantian kelamin,dan operasi lainya. Serta manfaat Elektro sumber fisis dari TENS( transcutaneus electrical neuro slimulation),US(ultrasound therapy),Dhiatermi (SWD dan MWD) IR (infrared rays) serta beberapa alat terapi lainya dan teknik manual therapy dalam mengurangi nyeri pasca pre dan post operasi, serta melakukan perawatan kecantikan dengan memanfaatkan elektro sumber fisis.

 Pada hari terakhir beberapa representative komunitas transgender mengikuti interview dan pengambilan video serta foto session yang di adakan oleh UNAIDS. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan para professional kesehatan dan teman- teman representative  transgender selama 5 hari  di symposium  international WPATH Bangkok – Thailand. Semoga semua file dan informasi yang diperoleh di WPATH dapat bermanfaat bagi komunitas transgender di Indonesia dan kebutuhan komunitas transgender akan jaringan tenaga kesehatan yang mengakomodir kesehatan transgender dapat terealisasikan.




 



Selasa, 04 Februari 2014

Fenomena WIG



Penampilan yang menarik menjadi hal yang sangat didambakan oleh banyak orang dimanapun didunia ini, setiap orang berlomba lomba membuat penampilan fisiknya menjadi menarik, karena dengan penampilan yang menarik mereka bisa menjadi lebih percaya diri dalam pergaulan dan juga dalam menjalankan bisnis ataupun pekerjaannya, terlebih lagi bagi wanita dan waria.
Dengan semakin berkembangkan dunia mode dan fashion dalam kehidupan yang semakin modern ini penampilan yang prima menjadi suatu tren tersendiri terutama di kota - kota besar diseluruh dunia.

Orang melakukan banyak cara untuk membuat dirinya semakin menarik dan semakin cantik. Bisa dengan mengikuti program menurunan berat badan, melakukan tatarias make up yang sesuai dengan dirinya, ataupun merubah model rambutnya agar sesuai dengan yang diinginkan ataupun sesuai mode yang sedang tren saat itu.
Semua bisa dilakukan, tetapi kenyataannya bagaimana jika mode rambut yang diinginkan tidak bisa diaplikasikan terhadap dirinya karena ada masalah pada rambut aslinya ?, misalnya seseorang yang ingin sekali atau merasa lebih menarik memiliki rambut panjang tetapi kenyataannya saat itu ia memiliki rambut pendek dan perlu menunggu bertahun tahun untuk bisa mendapatkan rambut yang panjang?, atau juga seseorang yang sedang bermasalah dengan rambutnya karena mengalami kerontokan, sehingga mahkota bagi wanita tersebut menjadi semakin tipis dan mengurangi kecantikan dirinya ?.
Tentu hal tersebut bisa menjadi masalah besar yang tidak dapat ditangani dengan cepat dan akhirnya bisa mengurangi rasa percaya diri dan akhirnya menghambat gerak dan kariernya.

Solusi cepat yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan Wig atau rambut palsu, saat ini Wig dapat diperoleh dengan sangat mudah dan dijual dihampir semua toko / supermarket ataupun mal mal besar di Indonesia. Wig dijual dengan beraneka ragam model dan gaya serta warna yang bervariasi sehingga pembeli bisa bebas memilih model seperti apa yang ingin diaplikasikan kepada dirinya yang bisa membuatnya semakin cantik / menarik selain itu wig sepertinya juga dijadikan semacam pemenuhan gengsi di dunia entertainment yang menuntut dinamika perubahan untuk selalu mengikuti mode yang sedang berkembang.

Dengan demikian Wig yang dari fungsi awalnya yaitu sebagai pengganti rambut yang rusak atau hilang, kini wig kerap dijadikan aksesoris untuk mempercantik penampilan, sehingga alangkah menyenangkan jika kita bisa berganti penampilan tiap harinya dengan model rambut yang berbeda.

Wig memang sudah menjadi mode yang tak bisa dipungkiri lagi di zaman sekarang ini dan di dunia kecantikanpun sudah membuktikan bagaimana wig menjadi penting untuk dikonsumsi oleh banyak orang. Fenomena inilah yang lambat laun menjadi mengakar dan membudaya, sehingga seakan-akan wig itu adalah hal yang biasa dan sah - sah saja bagi orang yang memakainya.

Secara umum bahan pembuat Wig itu sendiri ada bermacam macam, yaitu :
1. Wig yang asalnya / bahan dasarnya dari rambut atau bulu hewan, seperti bulu domba, bulu unta, rambut kambing bandot dan lain sebagainya
2. Wig yang berasal dari bahan plastik atau synthetic.
3. Wig yang terbuat dari rambut asli manusia yang telah dibentuk ulang sehingga sesuai bentuk kepala manusia dan disesuaikan dengan model dan warna yang dinginkan oleh pemesan.
Dan untuk memenuhi kebutuhkan akan Wig yang khusus dibuat dari Rambut Asli Manusia, kami menyediakan bermacam macam model Wig yang bisa disesuaikan dengan pesanan dengan merk “Vstalin Wig” Bagi yang telah memiliki dan biasa menggunakan Wig, sungguh sayang jika Wig yang telah dibelinya dengan harga yang tidak murah tersebut menjadi kotor, kusut ataupun rusak.

Banyak cara dalam merawat Wig yang Anda miliki dan berikut adalah salah salah satu Tips untuk merawat Wig :
1. Isi wastafel atau baskom dengan air atau Anda juga bisa mencuci wig di
bawah pancuran air shower.
2. Tuangkan 2 tutup botol shampo lembut ke dalamnya.
3. Sikat atau sisir bagian - bagian wig yang mungkin kusut sebelum
dicelupkan ke air karena proses ini akan banyak membantu selama dan
setelah proses pencucian berlangsung.
4. Pegang wig pada bagian kepala lalu perlahan celupkan ke dalam air.
5. Sambil mencelupkan secara perlahan, tetap sisir wig dengan jari - jemari
Anda.
6. Hanya untuk memastikan bahwa wig tidak kusut, diamkan selama 2
menit.
7. Ulangi prosesnya dengan air dan shampo baru.
8. Anda juga bisa menambahkan kondisioner ke dalam air setelah
penggunaan shampo selesai.
9. Jangan gunakan sisir saat wig dalam keadaan basah karena sisir akan
merusak teksturnya.
10. Cara terbaik untuk mengeringkannya adalah dengan menggunakan blow
dryer sambil disisir perlahan, atau Anda bisa menganginkannya
menggunakan kipas angin (butuh waktu sekitar 3-6 jam).